jurnalistika.id – Kasus pembunuhan dosen perempuan oleh anggota polisi di Kabupaten Bungo, Jambi, akhirnya menemukan titik terang. Kepolisian telah menahan anggota Polres Tebo berinisial W, yang diduga kuat sebagai pelaku utama dalam peristiwa tragis tersebut.
Kapolda Jambi Irjen Krisno Siregar memastikan bahwa W sudah ditahan di Polres Bungo untuk menjalani proses penyidikan.
Tindakan diambil setelah penyidik menemukan bukti keterlibatan langsung pelaku dalam tindak pidana yang menewaskan korban di perumahan Kecamatan Rimbo Tengah, Sabtu (1/11/2025).
“Saat ini yang bersangkutan sudah ditahan di Polres Bungo untuk proses penyidikan lebih lanjut terkait tindak pidana yang dilakukan,” kata Krisno saat dihubungi, Selasa (4/11).
Baca juga: 8 Fakta Terungkap Kasus Polisi Diduga Bunuh dan Perkosa Dosen Wanita di Jambi
Kabid Humas Polda Jambi Kombes Mulia Prianto menambahkan, penyidikan terhadap W dilakukan di Polres Bungo dengan pendampingan dari Bid Propam Polda Jambi. Tim khusus telah turun langsung untuk memeriksa dugaan pelanggaran etik yang dilakukan anggota tersebut.
“Tim dari Bid Propam Polda Jambi juga sudah turun ke Polres Bungo untuk pemeriksaan terkait dugaan pelanggaran kode etik profesi,” ujar Mulia.
Pelaku Ditangkap Tak Lama Usai Jenazah Korban Ditemukan
Pelaku W diamankan tim gabungan Satreskrim Polres Bungo dan Polres Tebo di Kabupaten Tebo pada Minggu (2/11). Penangkapan berlangsung cepat hanya sehari setelah jenazah korban ditemukan.
Hasil penyelidikan menunjukkan keterlibatan langsung pelaku yang juga diketahui memiliki hubungan pribadi dengan korban.
Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono menegaskan bahwa penyidikan mendalam telah mengungkap identitas dan motif pelaku.
Baca juga: Tragis! Dosen Wanita di Jambi Dibunuh Polisi Usai Diduga Diperkosa
“Dari hasil penyelidikan dan bukti yang kami kumpulkan, dapat dipastikan pelaku pembunuhan dan dugaan pemerkosaan terhadap korban merupakan anggota (kepolisian) aktif,” kata Natalena, didampingi Wakil Bupati Bungo Tri Wahyu Hidayat.
Hasil autopsi di RSUD Hanafie Bungo menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada wajah, kepala, bahu, dan leher korban.
Temuan medis juga mengindikasikan adanya kekerasan seksual sebelum korban meninggal dunia, memperkuat dugaan motif pribadi di balik aksi keji tersebut.
Penyelidikan masih terus berlanjut untuk mengungkap detail kronologi dan motif sebenarnya.
Ikuti dan baca berita Jurnalistika lainnya di Google News, klik di sini.
